Says Hay :)

Welcome To My Blog :)

Selasa, 13 Mei 2014

Laporan Konservasi Tanah dan Air - acara 1

                                                                                                                                                       I.            PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Erosivitas hujan adalah potensi atau kemampuan hujan yang dapat menimbulkan erosi tanah. Besarnya potensi tersebut dapat diukur dengan menghitung besarnya energy kinetik hujan. Menurut Hudson (1971) besarnya energy kinetik hujan tergantung pada tiga gaya yang bekerja pada tetesan air hujan yaitu (1) gaya ke bawah, (2) gaya ke atas, dan (3) gaya gesekan tetesan air hujan dalam udara.
Selanjutnya butiran hujan yang jatuh bebas atas gaya gravitasi akan mengalami percepatan, tetapi pada suatu saat tetesan tersebut tidak lagi mendapat percepatan sehingga kecepatannya relatif konstan. Kecepatan yang konstan ini disebut kecepatan terminal dan kurang lebih 95% dari butiran hujan tersebut dapat mencapai kecepatan terminal setelah jatuhnya mencapai jarak 7-8 meter. Pada kecepatan terminal ini butir-butir hujan akan terpecah-pecah dan umumnya ukuran maksimal yang dicapai kurang lebih 5 meter. Semakin besar intensitas hujan semakin besar pula ukuran butir hujannya.
Jumlah air hujan yang turun pada setiap tempat berbeda-beda, jumlah air hujan yang turun pada kurun waktu tertentu disebut curah hujan. Perhitungan curah hujan sangat dibutuhkan untuk perencanaan kebutuhan air tanaman, pembanguanan jembatan, irigasi dan drainase. Oleh karena perbedaan jumlah air hujan yang turun pada tiap tempat berbeda maka pengukuran curah hujan perlu dilakukan ditiap wilayah. Karena sangat pentingnya melakukan perhitungan curah hujan, oleh karena itu praktikan perlu melakukan praktikum mengenai perhitungan curah hujan dengan menggunakan alat pengukur curah hujan manual dan otomatis agar dapat membandingkan antara kedua alat tersebut.
B.     Tujuan
1.      Mengetahui besarnya energi kinetis hujan melalui pendekatan Splash cup dengan media pasir
2.      Mengetahui energi kinetis hujan pada berbagai macam vegetasi
3.      Melihat hubungan antar energi kinetis hujan dengan jumlah curah hujan bulanan.













                                                                                                                                           II.            TINJAUAN PUSTAKA
Intensitas hujan adalah besarnya curah hujan rata-rata yang terjadi disuatu daerah dalam satuan tertentu sesuai dengan waktu konsentrasi periode ulang. Derajat curah hujan dinyatakan oleh jumlah hujan per satuan waktu. Curah hujan yang dimaksud adalah jumlah hujan yang jatuh di permukaan tanah yang diukur dalam satuan tebal hujan dalam satuan mm (R). Secara ringkas intensitas curah hujan dapat diungkapkan dalam persamaan sebagai berikut :
Keterangan      :
I           = Intensitas hujan (mm/jam)
R          = Curah hujan tertampung (mm)
t           = Lama penampungan (jam) (Hadi, M. P. 2006)
Kemampuan hujan untuk menimbulkan atau menyebabkan erosi dinamai daya erosi hujan atau erosivitas hujan. Indeks erosivitas hujan adalah pengukur kemampuan suatu hujan untuk menimbulkan erosi. Indeks erosivitas hujan adalah   EI30, karena berkorelasi sangat erat dengan besarnya erosi yang terjadi. Nilai EI30 merupakan perkalian energi kinetik hujan dan intensitas selama 30 menit. (Arsyad, 2006). Faktor erosivitas hujan yang digunakan dalam USLE yaitu:
Dimana : E      = Energi Kinetik (joule/m2/mm)
                           I30     = Intensitas Hujan 30 menit maksimum
Nilai E dihitung dari pencatatan hujan pada kertas pias dengan rumus (Wischmeir dan Smith, 1978) :
E = 210 + 89 log I
Dimana : I       = Intensitas hujan (cm/jam).
Menurut Bols (1978) dalam Arsyad (2006) nilai EI30 dapat dihitung berdasarkan jumlah hujan bulanan, jumlah hari hujan bulanan dan hujan maksimum selama 24 jarn pada bulan itu. Persamaan Bols (1978) dinyatakan sebagai berikut:
EI30 = 6,119 R1,211 x N-0,474 x M0,536
Dimana EI30 adalah Indeks erosivitas hujan R adalah curah hujan bulanan rata-rata (cm), N adalah jumlah hari hujan bulanan rata-rata pada bulan tertentu (cm) dan M adalah curah hujan harian rata-rata maksimum bulan tersebut (cm).
Erosivitas hujan adalah potensi atau kemampuan hujan yang dapat menimbulkan erosi tanah (Wischmeier dan Smith, 1958). Besarnya potensi tersebut dapat diukur dengan menghitung besarnya energi kinetik hujan. Menurut Hudson (1971) besarnya energy kinetik hujan tergantung pada tiga gaya yang bekerja pada tetesan air hujan yaitu (1) gaya ke bawah, (2) gaya ke atas, dan (3) gaya gesekan tetesan air hujan dalam udara.
Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik. Menurut Chow (1988) bahwa hujan yang jatuh dari ketinggian 2.5 m dan 3 m tidak menunjukkan perubahan bentuk hujan. Besarnya energi kinetik, dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Ek = 0.119 + 0.0873 Log I
Keterangan      :
Ek        = Energi kinetik (MJ/ha.mm)
I           = Intensitas hujan (mm/jam)
Ukuran butir hujan juga dipakai untuk menentukan ukuran tingkat hujan. Butir hujan > 0.5 mm disebut hujan dan diameter ≤ 0.5 mm disebut gerimis.
Ellinson (1944) telah mengembangkan suatu cara pengukuran energi kinetis hujan dengan splash cup dengan formulasi empiris sebagai berikut :
S = α V4.33 D4.07 I0.65
Keterangan :
S          = Jumlah percikan tanah dari splash cup dalam gram selama kejadian hujan dan setara dengan besarnya energy kinetis hujan.
V         = Kecepatan tetesan hujan dalam inci per jam
K         = Konstanta yang tergantung dari jenis media yang digunakan
D         = Diameter hujan (mm) dan
I           = Rata-rata hujan (inci/jam)







                                                                                                                                      III.            METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Waktu dilakukannya praktikum Pengukuran Energi Kinetik Hujan dengan Metode Splash Cups yaitu 20 Juni 2013 Pukul 14.00 – 17.00 WIB, bertempat di Laboratorium Konservasi Fakultas Pertanian.
B.     Alat dan Bahan
Alat-alat yang diperlukan dan digunakan dalam Pengukuran Energi Kinetik Hujan yaitu meliputi Splash cups, timbangan analitis, dapur pengering, kantong plastik dan botol pemancar.
Bahan-bahan yang digunakan dalam Pengukuran Energi Kinetik Hujan yaitu pasir lolos saringan 0.5 mm dan aquades.
C.     Prosedur Kerja
a.       Dicari lokasi yang mempunyai berbagai vegetasi dan ditentukan titik-titik pemasangan Splash Cups. Dipasang pula di tempat terbuka sebagai pembanding
b.      Diisi Splash Cups dengan pasir yang telah dicuci berdiameter 0.25-0.50 mm sampai penuh. Diketuk-ketuk secara pelan-pelan hingga rata
c.       Dikeringkan Splash Cups yang terisi pasir ke dalam dapur pengering sehingga mencapai kering mutlak
d.      Didinginkan Splash Cups dalam eksikator sampai menjadi dingin dan ditimbang
e.       Ditempatkan Splash Cups yang telah diketahu beratnya pada titik pengamatan yang telah ditentukan
f.       Diamati, dicatat besarnya curah hujan dan ditimbang Splash Cups tersebut setelah dikeringkan
g.      Dicatat hasil pengamatan dalam tabel
















                                                                                                                             IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
1.      Pengamatan 10 Sampel (Panjang Akar dan Panjang Perkecambahan)
Kelompok
Perlakuan
Tanpa Naungan
Naungan
1
19. 425
29.36
2
4.25
33.59
3
76.955
24.69
4
22.59
- 3.162
5
1.95
9.485
6
15.06
13.85
Jumlah
140.23
107.813
Rata-rata
23.372
17.960

Diameter splash cups = 6.5 cm, r = 3.25 cm
d = Luas          = π r2
                                                = 3.14 (3.25)2
                                    = 3.14 (10.56)2
                                    = 33.166 cm2
                                    = 0.332 m2

ETN1     =  = 4.25 J/m2 mm
EN1       =  = 24.7 J/m2 mm
EN2       =  = 42.45 J/m2 mm
 = 33.59 J/m2 mm
α = 0.05
db galat = 11
F tabel 5% = 2.201
F hit Tn > F tabel 5%, 23.372 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
F hit N > F tabel 5%, 17.960 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
B.     Pembahasan
Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik. Menurut Chow (1988) bahwa hujan yang jatuh dari ketinggian 2.5 m dan 3 m tidak menunjukkan perubahan bentuk hujan.
Berbagai macam rumus yang dapat digunakan sebagai perhitungan energi kinetik sebagai berikut : Secara umum besarnya energi kinetis yang dimiliki oleh suatu benda dinyatakan dalam persamaan empiris sebagai berikut :
Energi Kinetis = ½ M (V)2
Dalam hubungannya dengan energi kinetis hujan, Wischmeier dan Smith (1960) mengajukan formulasi sebagai berikut :
E kin = Ri (210.3 + 89 log Ii) Joule/m2
LAL (1977), mengajukan formulasi sebagai berikut :
Ekim = [(IV2)/2]
Kinnel (1981), mengajukan formulasi sebagai berikut :
Ekim = 11.9 + 8.7 Log I
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Erosi, Baver (1959) mengatakan bahwa secara umum erosi dipengaruhi oleh iklim, tanah (C), topografi (S), vegetasi (V) dan manusia (H) yang dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:
E = f (C, S, T, V, H)
Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu faktor yang dapat dikendalikan manusia dan faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia. Faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia adalah tanaman sedangkan iklim dan topografi secara langsung tidak dapat dikendalikan oleh manusia dan untuk tanah dapat dikendalikan secara tidak langsung dengan pengolahan tertentu (Hakim dkk., 1986).
Begitu besarnya bahaya erosi yang pada akhirnya merugikan kehidupan manusia, oleh karena itu beberapa ahli membagi faktor-faktor yang menjadi penyebab erosi dan berupaya untuk menanggulanginya. Menurut (Rahim, 2000) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi erosi adalah :
a.       Energi, yang meliputi hujan, air limpasan, angin, kemiringan dan panjang lereng, 
b.      Ketahanan; erodibilitas tanah (ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah), dan 
c.       Proteksi, penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya serta ada atau tidaknya tindakan konservasi. 
Morgan (1979) dalam Nasiah (2000) menyatakan bahwa kemampuan mengerosi, agen erosi, kepekaan erosi dari tanah, kemiringan lereng, dan keadaan alami dari tanaman penutup tanah merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi tanah.
Erosi adalah akibat interaksi kerja antara faktor-faktor iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan (vegetasi), dan manusia terhadap tanah (Arsyad, 1989) yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : E = f ( i.r.v.t.m )
Dimana :
E = Erosi
i = Iklim
v = Vegetasi
m = Manusia
f = fungsi
r = Topografi
t = Tanah 
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, metode yang kami lakukan untuk pengukuran energi kinetik air hujan yaitu dengan splash cup. Data yang kami dapat dari perlakuan splash cup yang kami tempatkan pada halaman gedung B dengan 2 perlakuan yaitu tanpa naungan dan dengan diberi naungan menunjukkan bahwa data awal yang kamidapat dari sebelum penempatan splash cup atau sebelum terkena air hujan yaitu 313 gram untuk N1, 311 gram untuk N2, TN1 306 gram, dan TN2 322 gram. Kemudian setelah dilakukannya penempatan selama 1 x 24 jam diperoleh hasil penimbangan sebesar 304.6 gram untuk TN1, 296.9 gram untuk N2 dan 304.8 gram untuk N1. Perhitungan erosi yang didapat maka jadi ETN1 4.25 J/m2 mm, N1 24.7 J/m2 mm, dan N2 42.47 J/m2 mm. Dalam pendataan setelah penempatan tidak didapatkan hasil TN2 karena splash cup TN2 saat dilakukannya pengamatan hilang sehingga data untuk tanpa naungan tidak di rata-rata. Dengan hasil demikian dilakukan sharing data satu kelas dan di dapat F hitung tanpa naungan 23.372 dan dengan naungan 17.960. F hitung yang di dapat di bandingkan dengan F tabel 5% dengan db galat 11 dengan hasil F hit < TN dan F hit < N, maka kesimpulan yang di dapat yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.










                                                                                                                                V.            KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
1.      Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik.
2.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Erosi, Baver (1959) mengatakan bahwa secara umum erosi dipengaruhi oleh iklim, tanah (C), topografi (S), vegetasi (V) dan manusia (H).
3.      F hit Tn > F tabel 5%, 23.372 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
4.      F hit N > F tabel 5%, 17.960 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
B.     Saran
Adanya penjelasan mengenai perhitungan dan praktikum yang lebih jelas lagi, sehingga tidak terjadi salah paham antara praktikan dan assisten.







DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Sitanala. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Chow, V.T., D.R. Maidment, and L.W. Mays. 1988. Applied Hydrology. Mc.Graw-Hill Book Company. New York, USA
Ellinson, W.D. 1944. Studies of Rain drop Erosion, Agricultural Enginering, 25 : 131-139, 181-182
Hudson, N 1971. Soil Conservatiion. B.T Batsford Limited, London
Hadi, M. P. 2006. Pemahaman karakteristik hujan sebagai dasar pemilihan model hidrologi. laboratorium hidrologi dan kualitas air. Forum Geografi 20: 13-26
Kinnell, P.I. 1981. Rainfall intensity – Kinetic Energy Relantionship for Soil Loss Prediction, Soil Science Society of America, 45,1, 153-155
LAL, R.1977. Analysis of Factors Affecting Rainfall Erosivity and Soil Erodibility, at Soil Conservation and Management in the Humid Tropics Edyted By : D.J. Greenland and R Lal. Johh Weley & Sons. Chichester- New York-Brisban-Toronto
Wischmeier, W.D. D. Smith, an R.E. Uhland. 1958. Evaluation of Factors in the Soil loss equation. Agricultural Enginering 39, 8 : 458-462
Wischmeier, W.D. D. Smith. 1960. A Universal Soil Loss Equation of Guide Conservation Farm Planning. Congres of Soil Science. Maddison Wisconsin, USA








Minggu, 08 September 2013

Kebersamaan itu...

Hari ini aku punya cerita yang mungkin bisa membuat iri beberapa pihak haha (alay bet dah)...
Perjalanan hidupku tidak selamanya sendiri, ya itu benar... Aku ditemani orang-orang yang penuh dengan cinta...
Mereka menemani disaat aku merasakan duka, bahagia dan semuanya. A A A mereka siapa???
Yang jelas mereka termasuk bagian dari dalam hidupku...
Mereka keluargaku??? kalo keluarga memang udah pasti ada dalam hari-hariku!!!
Terrruuussss siaaaapaaaaa????

Yuhuuuu,,, Mereka sahabatku... Mereka menjadi keluarga kedua ketika aku jauh dari keluargaku yang sebenarnya. Mereka berbagi tawa dan canda, bahkan duka bersama...
Kami saling menyayangi walau terkadang pengungkapan rasa sayang kami yang terkesan aneh... Hahaha
Ya itulah kami, mempunyai keunikan tersendiri dalam menjalin Kebersamaan....

Ada hal-hal yang terkadang tak dapat di pahami orang lain. Kami dekat? ya sangat dekat!!
Apa kami mempunyai hubungan cinta, keluarga?? Tidaaakk!!
Tapi kami mempunyai jiwa saling memiliki satu sama lain,,, jiwa kebersamaan yang sangat besar. Hingga kami tak sadar, telah menorehkan banyak cerita dalam kehidupan kami :)

Minggu, 01 September 2013

Vacation

Petualangan hari ini, 1 September 2013
Jam 01.00 dini hari kami yang melakukan kunjungan Ilmiah ke Bali berkumpul di PKM Unsoed Purwokerto, di jam yang sama juga kita memulai perjalanan...
Perjalanan terasa sunyi senyap seketika karena keadaan kami yang lelah, semua seketika terlelap tidur, hanya aku dan satu orang peserta yang belum bisa tidur sampai subuh tiba.
Kegiatan yang dilakukan selama di perjalanan hanya makan, tidur dan itu berulang-ulang,,, haha (lama-lama gendut juga ini badan) :D
Tapi kejadian yang lebih seru lagi itu di jam 15.30 di daerah Pasuruan, kami baru saja selesai makan siang, dan di perjalanan kota bis yang kami naiki hendak menyalip truk yang ada didepan bus kami, namun memang salah bus kami juga si yang menyalip dalam keadaan rame seperti ittu, saatg menyalip jauh di depan bus kami sekitar 20 meter ada mobil yang dikendarai seorang kakek melaju cukup kencang. Mobil itu memberi sinyal lampu jarak jauh bahwa bus kami menggu jalan mobil tersebut, saking marahnya si kakek melempar kaca depan bus dengan satu gelas aqua, itu benar-benar membuat kami yang duduk di barisan depan terkejut. Untung saja kaca itu tidak pecah haha
Pengalaman seru tapi jangan dicontoh ya :P

Senin, 08 April 2013

Belajar dari Lingkungan

Sabtu kemarin 06 April 2013, departemen keilmiahan dan riset baru saja mengadakan kegiatan research journey di Cilengko Farm yang berletak di Pandak, Pabuaran Purwokerto.
Kegiatannya bukan hanya pengenalan macam-macam tanaman yang di kelola di Cilengko Farm, namun kita juga diajari bagaimana cara perkembangbiakan vegetatif dengan cara okulasi dan sambung (grafting).
Pengelola Cilengko Farm sangatlah baik hati, begitu juga dengan mentor-mentor yang membimbing kami ketika kami masih sangat kesulitan dalam mempraktekan okulasi dan grafting. Dengan sabar dan jelas mereka menjawab segala pertanyaan yang kami ajukan.
Dengan ini kami tahu, belajar tidak harus kami dapat di sekolah saja, namun dilingkungan sekitar pun bisa.
Dengan jalan peduli sekitar mungkin itu akan menjadi pintu untuk kita lebih mengetahui banyak hal selain teori.
Dalam keidupan nyata hanya beberapa persen saja teori dapat terwujud, namun lebih seringnya terwujud adanya teori juga karena sudah terlebih dulu adanya perlakuan atau tindakan yang mengarah ke lingkungan.
Terimakasih Cilengko Farm yang telah mengijinkan kami untuk berkunjung dan belajar jauh lebih banyak.
Semoga di Research Journey Chapter II lebih menarik dan lebih banyak lagi pelajaran yang dapat kami ambil :D
Persiapan kami sebelum perjalanan ke Cilengko Farm

Rabu, 03 April 2013

Bersyukur :)

Semalam tadi gerimis deras mengguyur kota Purwokerto, aku yang keluar bersama ibu untuk menjengguk adik yang berada di asrama MIN tempat adik bersekolah. Malam itu terasa dingin sekali, bahkan jaket dan jas hujan yang aku pakai pun terasa tidak berguna.
Ketika dijalan pulang aku terhenti karena lampu merah menghadang di depan, aku yang berada di depan pun langsung berhenti. Seketika ada seorang anak kecil menghampiri motor yang aku pakai, dengan celana pendek dan kaos oblong coklat serta rambut yang di gulung dan dimasukkan dalam topi. Sekilas dia berkata "Mba minta sodaqohnya", tersontak aku meraba ke dalam saku celanaku, ternyata malam itu aku pergi tak membawa dompet dan uang sepeser pun. "Maaf de, saya tidak ada uang". Seketika dia pergi ketika mendengar ucapanku dan kembali menghampiri kendaraan lain dengan maksud tujuan yang sama.
Ibuku tiba-tiba berkata "Nak, nak, apa yang kau lakukan dimalam dingin seperti ini, berkeliaran dijalan yang seharunya kau belajar."
Di sepanjang jalan aku terus saja memikirkan anak kecil itu. Beragam tanya tersimpan di benakku. Apa yang dia pikirkan sehingga rela mengemis hanya untuk makan? Dimana orangtua mereka? Apakah mereka juga merasakan sekolah?
Oh Tuhan, aku sungguh tak mengerti, di kota kecil ini ada banyak sekali pengemis, padahal yang aku tahu sistem pendidikan di kota ini sudah banyak yang menawarkan sekolah tanpa bayaran alias gratis. Apakah mereka melakukan ini  karena terpaksa atau sebenarnya mereka orang kaya yang malas untuk bekerja?
Aku tak tahu. Aku prihatin atas apa yang aku lihat.
Berbagai macam hal terjadi di sekelilingku, dan aku bersyukur sekali mempunyai orangtua yang peduli dan sayang terhadapku, aku juga bersyukur aku merasa lebih beruntung dibandingkan orang-orang yang aku lihat dijalanan itu. Aku mempunyai tempat berteduh, keluarga yang hangat, mencicipi bangku sekolah dan bermimpi untuk wujudkan semua impian.
Tuhan terimakasih atas semua AnugerahMu, aku berjanji akan selalu berusaha untuk selalu bersyukur dalam segala yang ada di kehidupanku :)

Selasa, 19 Maret 2013

Berusaha Menjadi Teman Baik

Hidup ini, bila kita lakukan semua sendiri pun itu tak mungkin,
tak munafik kita butuh orang lain untuk membantu meringankan beban hidup kita,
memang tidak semua pekerjaan dibantu, namun hampir keseluruhan hidup ini kita lakukan bersama orang lain.
Kau sudah tahu arti pentingnya orang lain,
maka berusahalah kamu untuk bergaul dan bersosialisasi dengan mereka,
Tak semua orang yang dekat dengan kita itu sama sifat dan sikapnya,
bahkan diantara kita pun sering sekali timbul konflik atau perbedaan persepsi,
ya itulah sosialisasi,
Teman ya teman, yang sering kita sebut teman itu adalah orang yang selalu dekat dengan kita,
Entah itu teman curhat, teman main atau teman-teman yang lain,
Tapi berusahalah menjadi teman yang baik untuk teman kita sendiri,
kamu tahu bagaimana caranya?
Semua orang bisa menjadikan teman yang baik itu tergantung bagaimana teman kamu sendiri,
Kita dapat mengerti dia saja, teman kita pun sudah merasa dihargai,
kita mau mendengarkan kisah-kisahnya saja, teman kita pun sudah sangat lega,
kita mau memberi nasihat saja ke dia, dia pun sangat senang bahkan merasa diperhatikan,
namun kode-kode etik pertemanan pun jangan terlupa.
Terkadang ketika kita sudah merasa dia adalah milik kita, teman kita,
kita lupa akan satu hal.
Etika pertemanan kita.
Ada bagian-bagian tertentu yang sensitif untuk tersentuh dalam pertemanan, dan jangan pernah kau coba untuk campuri.
Bila tanpa ijin dari teman kita untuk masuk dalam dunia privasinya, biarkan dia untuk menyimpannya sendiri,
karena dia akan merasa lebih dihargai

#Pesan malam sebelum Tidur :)

Senin, 11 Februari 2013

Where ur heart???

Melihat berita akhir-akhir ini benar-benar miris, banyak bencana, banyak kasus kriminal, banyak juga kasus-kasus lainnya.
Kebanyakan diantara kita yang melihat dan menanggapi berita itu lebih kepada sebuah penilaian yang menjatuhkan bukannya sebuah keprihatinan kita.
Apakah akan terus begini kawan? apa disetiap permasalahan yang hadir dalam diri orang lain terus-menerus kita hujat tanpa kita melihat sisi kehidupan kita sendiri pun masih jauh dari kesempurnaan.
Orang lain yang mengalami suatu musibah pun sama seperti kita yaitu sama-sama manusia yang tak pastinya tak pernah luput dari khilaf.
Coba bayangkan jika kita ada di posisi mereka? kuatkah kita menerima begitu banyak hujatan yang datang?
Seharusnya kita prihatin kenapa mereka bisa terjebak dalam permasalahan itu? setiap orang mempunyai jalan masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya, seharusnya kita selalu support mereka yang sedang mengalami kegalauan hidup.
Cobalah renungkan, segala permasalahan ini bisa saja hadir dalam hidup kita, cuma bedanya mereka terekspos dan kita tidak.
Semoga kita semua menjadi manusia yang saling peduli terhadap sesama :)