Says Hay :)

Welcome To My Blog :)

Minggu, 26 April 2015

Sederhana dan Membuatmu Bahagia

Ibu,,,
Tepat 14 April 2015 kemarin umurmu genap 45 tahun. Hari itu aku ingin membuat sesuatu yang spesial untukmu. Banyak ide bermunculan dalam otakku, namun aku tidak sanggup untuk mewujudkan ide itu karena keterbatasanku. Aku mulai menyerah, keinginan untuk membuat hari itu lebih istimewa dibandingkan hari-hari lain mulai membuatku bimbang. Ketika hati ini mulai terasa lelah untuk terus memompa semangat, otak ini sepintas berpikir untuk membuat sesuatu yang mungkin sangat sederhana tapi berharap bisa membuatmu bahagia yaitu memasakkan sesuatu untukmu. Masak? ya itu mungkin sangat biasa, namun kali ini aku mencoba untuk mengkreasikannya agar terasa lebih romantis.


Yap yap,,, ini dia hasil kreasiku... Sederhana bukan? namun aku berhasil membuatmu terkejut dan tersenyum bahagia dihari itu. Selamat ulang tahun yang ke 45 Ibu. Senyumanmu yang selalu membuatku bahagia dan semangat. Aku akan berusaha untuk selalu mempertahankan senyummu itu Ibu.

I Love U, Ibu <3
Tanpamu aku tak pernah ada didunia ini,
Tanpa perjuanganmu aku tak akan pernah bisa setegar ini,
Ibu, kau adalah sahabat terbaikku...
Aku ingin selalu bersamamu, Ibu...

Kamis, 12 Maret 2015

Kerja Keras

Kamis pagi tepatnya pukul 07.00, aku melintas di depan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jalanan begitu padat dengan kendaraan beroda dua dan beroda empat. Terlihat dua satpam UMP sedang membantu mengatur ketertiban lalu lintas yang terkadang suka lupa mempercepat laju kendaraannya. Kala itu aku pergi ke tempat pencucian baju, dalam perjalanan pulang ada hal membuat mataku tertarik untuk menyimaknya. Pemandangan itu berasal dari seekor burung pipit, burung itu terbang seperti biasanya yang membedakan adalah ketika burung tersebut membawa sehelai daun padi kering yang panjang. Disaat itu aku tahu burung itu berusaha membawa daun kering tersebut ke suatu pohon entah dimana dan berusaha untuk membangun sangkar demi telur yang akan ditetaskannya nanti. Didalam perjalanan, daun kering itu terjatuh tepat di tengah jalan raya yang begitu padat. Burung itu tidak lantas pergi, namun dipungutnya kembali daun itu dengan sedikit tergopoh-gopoh karena besarnya arus angin yang menerjang sayapnya. Betapa berharganya daun itu untuk sang burung, melihatnya itu membuatku tertarik. Mungkin, bagi sebagian orang yang berlalu lalang itu tak terlihat bahkan yang melihatnya pun berpikir itu bukanlah hal yang penting, tetapi bagiku itu adalah suatu moment yang tak selalu bisa terlihat. Dimana seekor burung berjuang keras membangun sarangnya dengan membawa bahan pembuat sangkar itu dari tempat yang jauh, walau berat namun tetap saja berusaha untuk dibawanya semua bahan yang dapat menunjang sangkarnya agar nyaman untuk ditinggali sang telur yang akan ditetaskannya. Burung tersebut tidak takut jika ditengah perjalanan terjatuh dan mati karena terinjak manusia atau kendaraan bermotor. Hal ini memberikan pelajaran bagiku, dimana ketika nafas masih berhembus, ketika kita masih mampu untuk menggapai mimpi-mimpi kita agar teruslah berjuang untuk menggapainya seperti burung tersebut, walau rintangannya sulit dan membahayakan namun pengorbanan akan terbalas dengan senyuman puas atas perjuangan kita. :)

Selasa, 01 Juli 2014

Hari ini ada ketika kita satu rasa

Aku yang terdiam disini, duduk manis didepan monitor laptopku. Aku yang sendiri, memang memilih untuk sendiri namun selalu menjadi masalah bagi orang lain. Aku terdiam, berpikir kembali apa yang salah sebenarnya? mencoba menjelaskan namun semua sia-sia, tetap saja menjadi masalah.
Aku hanya ingin menikmati semua ini ketika masih diberi kesempatan untuk menikmatinya tanpa harus ada penghalang, namun, orang mengartikannya lain. Aku tak mau seperti mereka yang menikmati kesempatan ini dengan adanya penghalang, dan justru lebih mengesampingkan teman. Aku adalah seorang manusia dan seorang teman. Aku hanya berusaha ingin berbagi ketika masih diberi waktu untuk selalu berbagi dengan orang-orang disekitarku. Namun, untuk orang-orang yang ada disekitarku menganggapku sesuatu yang tak berharga ketika mereka telah mempunyai yang jauh lebih berharga bagi mereka.
Apa hidup akan terus begini, setiap kali mereka datang setiap kali juga mereka pergi dengan alasan sesuatu yang lebih berharga itu?
Come on,,, itu cuma sementara, sebelum kamu menemukan yang lebih berharga itu, kamu menemukan siapa dulu? kenapa kamu melupakan begitu saja?
Aku bukannya iri, namun aku merasa kecewa dengan sikap yang dilakukan ini, apakah aku terus-terusan menjadi tak berharga ketika ada yang lebih berharga?
Hari ini kita selalu bersama, namun esok kita saling acuh

Rabu, 21 Mei 2014

Where is ur attitude?

Kalian pasti tahu gambar apa diatas.
Ya. sebuah handphone...
Teknologi sekarang itu bukan lagi sebuah kebutuhan semata, namun sebuah perlombaan juga bagai si pembuat dan pemakai.
Majunya sebuah teknologi mungkin orang sering identikkan dengan kemajuan dunia saat ini, tapi itu SALAH.
Justru lebih cenderung ini menjadi sebuah KEMUNDURAN dunia.
Kenapa?
Teknologi yang kita tahu saat ini justru lebih dipergunakan berlebihan, sebut saja yang sederhana dan selalu ada di genggaman kita. "Handphone".
Handphone sekarang canggih-canggihnya minta ampun, sampai-sampai laptop dan koputer pun yang dulu sering kita butuhin banget sekarang enggak lagi, dan jarang kita pakai.
Selain itu, yang lebih parah adalah hilangnya sebuah ETIKA...
Kenapa aku ngomong gitu?
Ya, aku mengalaminya sendiri...
Ketika aku asyik menggunakan Handphoneku untuk membalas pesan teman, aku mengacuhkan tukang parkir, dan orang-orang yang aku lewati. Terkadang aku melupakan keselamatanku dalam menggunakan kendaraan bermotor karena aku sibuk membalas pesan teman.
Sering sekali aku kena tegur Ibuku, karena kata ibu hilang kesopananku dalam beretika dimasyarakat.
Terkadang keasyikan memakai gadget membuat kita lupa akan seitar kita, kita mengacuhkan apa yang ada disekitar kita, bahkan terkadang kita mengacuhkan ketika kita sedang melewati orang tua.
Jujur dalam hati ada perasaan malas untuk menggunakan gadget, tapi mau bagaimana karena aku butuh untuk sebuah pekerjaan dan belajar.
Aku justru merindukan masa-masa dulu, dimana belum terlalu marak gadget dan kemana-mana ada pengalaman baru yang mengesankan dengan teman-teman sekitar tanpa adanya gangguan BBMan, atau apapun.
Sekarang cenderung lebih diacuhkan lawan bicara ketika sedang berbincang karena dia sibuk dengan gadgetnya.
Ini yang justru melupakan bagaimana cara kita hidup bermasyarakat, dan menumbuhkan jiwa EGO yang tinggi.
Aku harap kalian bisa membaca ini dan memahaminya...
Kita selalu dikenal oleh warga asing adalah dengan keramah tamah dan kesopanannya, tetap pertahankan itu.. :D

Rabu, 14 Mei 2014

Kenapa Harus Takut???

Kehidupan ini terasa aneh bagiku untuk saat ini, aku dibuat heran dengan perubahan jaman yang sangat drastis. Beberapa teman baikku, sikapnya aneh akhir-akhir ini, buruknya aku menyimpan beberapa pertanyaan aneh.
Sikap ini ditunjukkan ketika mereka telah mempunyai seseorang yang istimewa di dalam hidupnya, sebut saja  pacar. Ketika mereka sendiri, mau main kemana itu santai, mau nglakuin yang biasa dilakuin pun gak ada yang mempermasalahkan. Tetapi ketika mereka memiliki seorang pacar, apapun serba dibatasi. Mungkin itu bisa menjadi perubahan yang positif, namun kalau dipikir-pikir bukannya itu menjadi suatu masalah baru ya?
membatasi hak seseorang yang jelas-jelas hanya baru menjadi pacar, bukan pasangan hidup. Aneh ditambah geli setiap lihat pasangan yang kayak gitu, apalagi ini aku lihat sendiri yang menjadi objeknya adalah temanku.
Sebenarnya gemes lihatnya, jadi pingin ngomel ke pacarnya, tapi aku juga cuma sahabat dari temanku, kalau aku ngomong yang ada tambah ribet, dibilang pengganggulah, tukang ikut campurlah, bla bla bla...
Saran aku ya buat semua yang punya pacar sok ngatur-ngatur dan ngebatasin kita seenaknya dengan embel-embel takut kehilangan atau apalah, coba dipikir ulang deh, itu baru pacar belum tentu jadi jodohnya. Kalo sayang mah enggak bakal kayak gitu, masa mau ketemu dan nostalgia sama teman-temanya aja enggak boleh, ANEH!
Rasa sayang dan cinta itu akan tetap terjaga bila sama-sama saling mengerti, menghargai dan menjaga satu sama lain. Bukan ngebatasin seenaknya.
So, berani aja ngomong sama pasangan kamu, kalau kamu sendiri udah ngerasa aneh sama sikap dia. Ngapain takut buat ngomong, kenyataannya kamu tersiksa dengan segala aturan-aturannya yang belum tentu juga ditepatin sama pacar kamu!

Selasa, 13 Mei 2014

Laporan Konservasi Tanah dan Air - acara 1

                                                                                                                                                       I.            PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Erosivitas hujan adalah potensi atau kemampuan hujan yang dapat menimbulkan erosi tanah. Besarnya potensi tersebut dapat diukur dengan menghitung besarnya energy kinetik hujan. Menurut Hudson (1971) besarnya energy kinetik hujan tergantung pada tiga gaya yang bekerja pada tetesan air hujan yaitu (1) gaya ke bawah, (2) gaya ke atas, dan (3) gaya gesekan tetesan air hujan dalam udara.
Selanjutnya butiran hujan yang jatuh bebas atas gaya gravitasi akan mengalami percepatan, tetapi pada suatu saat tetesan tersebut tidak lagi mendapat percepatan sehingga kecepatannya relatif konstan. Kecepatan yang konstan ini disebut kecepatan terminal dan kurang lebih 95% dari butiran hujan tersebut dapat mencapai kecepatan terminal setelah jatuhnya mencapai jarak 7-8 meter. Pada kecepatan terminal ini butir-butir hujan akan terpecah-pecah dan umumnya ukuran maksimal yang dicapai kurang lebih 5 meter. Semakin besar intensitas hujan semakin besar pula ukuran butir hujannya.
Jumlah air hujan yang turun pada setiap tempat berbeda-beda, jumlah air hujan yang turun pada kurun waktu tertentu disebut curah hujan. Perhitungan curah hujan sangat dibutuhkan untuk perencanaan kebutuhan air tanaman, pembanguanan jembatan, irigasi dan drainase. Oleh karena perbedaan jumlah air hujan yang turun pada tiap tempat berbeda maka pengukuran curah hujan perlu dilakukan ditiap wilayah. Karena sangat pentingnya melakukan perhitungan curah hujan, oleh karena itu praktikan perlu melakukan praktikum mengenai perhitungan curah hujan dengan menggunakan alat pengukur curah hujan manual dan otomatis agar dapat membandingkan antara kedua alat tersebut.
B.     Tujuan
1.      Mengetahui besarnya energi kinetis hujan melalui pendekatan Splash cup dengan media pasir
2.      Mengetahui energi kinetis hujan pada berbagai macam vegetasi
3.      Melihat hubungan antar energi kinetis hujan dengan jumlah curah hujan bulanan.













                                                                                                                                           II.            TINJAUAN PUSTAKA
Intensitas hujan adalah besarnya curah hujan rata-rata yang terjadi disuatu daerah dalam satuan tertentu sesuai dengan waktu konsentrasi periode ulang. Derajat curah hujan dinyatakan oleh jumlah hujan per satuan waktu. Curah hujan yang dimaksud adalah jumlah hujan yang jatuh di permukaan tanah yang diukur dalam satuan tebal hujan dalam satuan mm (R). Secara ringkas intensitas curah hujan dapat diungkapkan dalam persamaan sebagai berikut :
Keterangan      :
I           = Intensitas hujan (mm/jam)
R          = Curah hujan tertampung (mm)
t           = Lama penampungan (jam) (Hadi, M. P. 2006)
Kemampuan hujan untuk menimbulkan atau menyebabkan erosi dinamai daya erosi hujan atau erosivitas hujan. Indeks erosivitas hujan adalah pengukur kemampuan suatu hujan untuk menimbulkan erosi. Indeks erosivitas hujan adalah   EI30, karena berkorelasi sangat erat dengan besarnya erosi yang terjadi. Nilai EI30 merupakan perkalian energi kinetik hujan dan intensitas selama 30 menit. (Arsyad, 2006). Faktor erosivitas hujan yang digunakan dalam USLE yaitu:
Dimana : E      = Energi Kinetik (joule/m2/mm)
                           I30     = Intensitas Hujan 30 menit maksimum
Nilai E dihitung dari pencatatan hujan pada kertas pias dengan rumus (Wischmeir dan Smith, 1978) :
E = 210 + 89 log I
Dimana : I       = Intensitas hujan (cm/jam).
Menurut Bols (1978) dalam Arsyad (2006) nilai EI30 dapat dihitung berdasarkan jumlah hujan bulanan, jumlah hari hujan bulanan dan hujan maksimum selama 24 jarn pada bulan itu. Persamaan Bols (1978) dinyatakan sebagai berikut:
EI30 = 6,119 R1,211 x N-0,474 x M0,536
Dimana EI30 adalah Indeks erosivitas hujan R adalah curah hujan bulanan rata-rata (cm), N adalah jumlah hari hujan bulanan rata-rata pada bulan tertentu (cm) dan M adalah curah hujan harian rata-rata maksimum bulan tersebut (cm).
Erosivitas hujan adalah potensi atau kemampuan hujan yang dapat menimbulkan erosi tanah (Wischmeier dan Smith, 1958). Besarnya potensi tersebut dapat diukur dengan menghitung besarnya energi kinetik hujan. Menurut Hudson (1971) besarnya energy kinetik hujan tergantung pada tiga gaya yang bekerja pada tetesan air hujan yaitu (1) gaya ke bawah, (2) gaya ke atas, dan (3) gaya gesekan tetesan air hujan dalam udara.
Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik. Menurut Chow (1988) bahwa hujan yang jatuh dari ketinggian 2.5 m dan 3 m tidak menunjukkan perubahan bentuk hujan. Besarnya energi kinetik, dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Ek = 0.119 + 0.0873 Log I
Keterangan      :
Ek        = Energi kinetik (MJ/ha.mm)
I           = Intensitas hujan (mm/jam)
Ukuran butir hujan juga dipakai untuk menentukan ukuran tingkat hujan. Butir hujan > 0.5 mm disebut hujan dan diameter ≤ 0.5 mm disebut gerimis.
Ellinson (1944) telah mengembangkan suatu cara pengukuran energi kinetis hujan dengan splash cup dengan formulasi empiris sebagai berikut :
S = α V4.33 D4.07 I0.65
Keterangan :
S          = Jumlah percikan tanah dari splash cup dalam gram selama kejadian hujan dan setara dengan besarnya energy kinetis hujan.
V         = Kecepatan tetesan hujan dalam inci per jam
K         = Konstanta yang tergantung dari jenis media yang digunakan
D         = Diameter hujan (mm) dan
I           = Rata-rata hujan (inci/jam)







                                                                                                                                      III.            METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Waktu dilakukannya praktikum Pengukuran Energi Kinetik Hujan dengan Metode Splash Cups yaitu 20 Juni 2013 Pukul 14.00 – 17.00 WIB, bertempat di Laboratorium Konservasi Fakultas Pertanian.
B.     Alat dan Bahan
Alat-alat yang diperlukan dan digunakan dalam Pengukuran Energi Kinetik Hujan yaitu meliputi Splash cups, timbangan analitis, dapur pengering, kantong plastik dan botol pemancar.
Bahan-bahan yang digunakan dalam Pengukuran Energi Kinetik Hujan yaitu pasir lolos saringan 0.5 mm dan aquades.
C.     Prosedur Kerja
a.       Dicari lokasi yang mempunyai berbagai vegetasi dan ditentukan titik-titik pemasangan Splash Cups. Dipasang pula di tempat terbuka sebagai pembanding
b.      Diisi Splash Cups dengan pasir yang telah dicuci berdiameter 0.25-0.50 mm sampai penuh. Diketuk-ketuk secara pelan-pelan hingga rata
c.       Dikeringkan Splash Cups yang terisi pasir ke dalam dapur pengering sehingga mencapai kering mutlak
d.      Didinginkan Splash Cups dalam eksikator sampai menjadi dingin dan ditimbang
e.       Ditempatkan Splash Cups yang telah diketahu beratnya pada titik pengamatan yang telah ditentukan
f.       Diamati, dicatat besarnya curah hujan dan ditimbang Splash Cups tersebut setelah dikeringkan
g.      Dicatat hasil pengamatan dalam tabel
















                                                                                                                             IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
1.      Pengamatan 10 Sampel (Panjang Akar dan Panjang Perkecambahan)
Kelompok
Perlakuan
Tanpa Naungan
Naungan
1
19. 425
29.36
2
4.25
33.59
3
76.955
24.69
4
22.59
- 3.162
5
1.95
9.485
6
15.06
13.85
Jumlah
140.23
107.813
Rata-rata
23.372
17.960

Diameter splash cups = 6.5 cm, r = 3.25 cm
d = Luas          = π r2
                                                = 3.14 (3.25)2
                                    = 3.14 (10.56)2
                                    = 33.166 cm2
                                    = 0.332 m2

ETN1     =  = 4.25 J/m2 mm
EN1       =  = 24.7 J/m2 mm
EN2       =  = 42.45 J/m2 mm
 = 33.59 J/m2 mm
α = 0.05
db galat = 11
F tabel 5% = 2.201
F hit Tn > F tabel 5%, 23.372 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
F hit N > F tabel 5%, 17.960 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
B.     Pembahasan
Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik. Menurut Chow (1988) bahwa hujan yang jatuh dari ketinggian 2.5 m dan 3 m tidak menunjukkan perubahan bentuk hujan.
Berbagai macam rumus yang dapat digunakan sebagai perhitungan energi kinetik sebagai berikut : Secara umum besarnya energi kinetis yang dimiliki oleh suatu benda dinyatakan dalam persamaan empiris sebagai berikut :
Energi Kinetis = ½ M (V)2
Dalam hubungannya dengan energi kinetis hujan, Wischmeier dan Smith (1960) mengajukan formulasi sebagai berikut :
E kin = Ri (210.3 + 89 log Ii) Joule/m2
LAL (1977), mengajukan formulasi sebagai berikut :
Ekim = [(IV2)/2]
Kinnel (1981), mengajukan formulasi sebagai berikut :
Ekim = 11.9 + 8.7 Log I
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Erosi, Baver (1959) mengatakan bahwa secara umum erosi dipengaruhi oleh iklim, tanah (C), topografi (S), vegetasi (V) dan manusia (H) yang dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:
E = f (C, S, T, V, H)
Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu faktor yang dapat dikendalikan manusia dan faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia. Faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia adalah tanaman sedangkan iklim dan topografi secara langsung tidak dapat dikendalikan oleh manusia dan untuk tanah dapat dikendalikan secara tidak langsung dengan pengolahan tertentu (Hakim dkk., 1986).
Begitu besarnya bahaya erosi yang pada akhirnya merugikan kehidupan manusia, oleh karena itu beberapa ahli membagi faktor-faktor yang menjadi penyebab erosi dan berupaya untuk menanggulanginya. Menurut (Rahim, 2000) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi erosi adalah :
a.       Energi, yang meliputi hujan, air limpasan, angin, kemiringan dan panjang lereng, 
b.      Ketahanan; erodibilitas tanah (ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah), dan 
c.       Proteksi, penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya serta ada atau tidaknya tindakan konservasi. 
Morgan (1979) dalam Nasiah (2000) menyatakan bahwa kemampuan mengerosi, agen erosi, kepekaan erosi dari tanah, kemiringan lereng, dan keadaan alami dari tanaman penutup tanah merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi tanah.
Erosi adalah akibat interaksi kerja antara faktor-faktor iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan (vegetasi), dan manusia terhadap tanah (Arsyad, 1989) yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : E = f ( i.r.v.t.m )
Dimana :
E = Erosi
i = Iklim
v = Vegetasi
m = Manusia
f = fungsi
r = Topografi
t = Tanah 
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, metode yang kami lakukan untuk pengukuran energi kinetik air hujan yaitu dengan splash cup. Data yang kami dapat dari perlakuan splash cup yang kami tempatkan pada halaman gedung B dengan 2 perlakuan yaitu tanpa naungan dan dengan diberi naungan menunjukkan bahwa data awal yang kamidapat dari sebelum penempatan splash cup atau sebelum terkena air hujan yaitu 313 gram untuk N1, 311 gram untuk N2, TN1 306 gram, dan TN2 322 gram. Kemudian setelah dilakukannya penempatan selama 1 x 24 jam diperoleh hasil penimbangan sebesar 304.6 gram untuk TN1, 296.9 gram untuk N2 dan 304.8 gram untuk N1. Perhitungan erosi yang didapat maka jadi ETN1 4.25 J/m2 mm, N1 24.7 J/m2 mm, dan N2 42.47 J/m2 mm. Dalam pendataan setelah penempatan tidak didapatkan hasil TN2 karena splash cup TN2 saat dilakukannya pengamatan hilang sehingga data untuk tanpa naungan tidak di rata-rata. Dengan hasil demikian dilakukan sharing data satu kelas dan di dapat F hitung tanpa naungan 23.372 dan dengan naungan 17.960. F hitung yang di dapat di bandingkan dengan F tabel 5% dengan db galat 11 dengan hasil F hit < TN dan F hit < N, maka kesimpulan yang di dapat yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.










                                                                                                                                V.            KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
1.      Energi kinetik hujan (Ek) adalah energi hujan yang jatuh sampai permukaan tanah mempunyai energi yang disebut dengan energi kinetik.
2.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Erosi, Baver (1959) mengatakan bahwa secara umum erosi dipengaruhi oleh iklim, tanah (C), topografi (S), vegetasi (V) dan manusia (H).
3.      F hit Tn > F tabel 5%, 23.372 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
4.      F hit N > F tabel 5%, 17.960 > 2.201 kesimpulannya yaitu energi kinetik yang dihasilkan oleh curah hujan mengakibatkan erosi percik.
B.     Saran
Adanya penjelasan mengenai perhitungan dan praktikum yang lebih jelas lagi, sehingga tidak terjadi salah paham antara praktikan dan assisten.







DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Sitanala. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Chow, V.T., D.R. Maidment, and L.W. Mays. 1988. Applied Hydrology. Mc.Graw-Hill Book Company. New York, USA
Ellinson, W.D. 1944. Studies of Rain drop Erosion, Agricultural Enginering, 25 : 131-139, 181-182
Hudson, N 1971. Soil Conservatiion. B.T Batsford Limited, London
Hadi, M. P. 2006. Pemahaman karakteristik hujan sebagai dasar pemilihan model hidrologi. laboratorium hidrologi dan kualitas air. Forum Geografi 20: 13-26
Kinnell, P.I. 1981. Rainfall intensity – Kinetic Energy Relantionship for Soil Loss Prediction, Soil Science Society of America, 45,1, 153-155
LAL, R.1977. Analysis of Factors Affecting Rainfall Erosivity and Soil Erodibility, at Soil Conservation and Management in the Humid Tropics Edyted By : D.J. Greenland and R Lal. Johh Weley & Sons. Chichester- New York-Brisban-Toronto
Wischmeier, W.D. D. Smith, an R.E. Uhland. 1958. Evaluation of Factors in the Soil loss equation. Agricultural Enginering 39, 8 : 458-462
Wischmeier, W.D. D. Smith. 1960. A Universal Soil Loss Equation of Guide Conservation Farm Planning. Congres of Soil Science. Maddison Wisconsin, USA