Hari ini aku punya cerita yang mungkin bisa membuat iri beberapa pihak haha (alay bet dah)...
Perjalanan hidupku tidak selamanya sendiri, ya itu benar... Aku ditemani orang-orang yang penuh dengan cinta...
Mereka menemani disaat aku merasakan duka, bahagia dan semuanya. A A A mereka siapa???
Yang jelas mereka termasuk bagian dari dalam hidupku...
Mereka keluargaku??? kalo keluarga memang udah pasti ada dalam hari-hariku!!!
Terrruuussss siaaaapaaaaa????
Yuhuuuu,,, Mereka sahabatku... Mereka menjadi keluarga kedua ketika aku jauh dari keluargaku yang sebenarnya. Mereka berbagi tawa dan canda, bahkan duka bersama...
Kami saling menyayangi walau terkadang pengungkapan rasa sayang kami yang terkesan aneh... Hahaha
Ya itulah kami, mempunyai keunikan tersendiri dalam menjalin Kebersamaan....
Ada hal-hal yang terkadang tak dapat di pahami orang lain. Kami dekat? ya sangat dekat!!
Apa kami mempunyai hubungan cinta, keluarga?? Tidaaakk!!
Tapi kami mempunyai jiwa saling memiliki satu sama lain,,, jiwa kebersamaan yang sangat besar. Hingga kami tak sadar, telah menorehkan banyak cerita dalam kehidupan kami :)
Isi dari blog ini hanyalah sekedar luapan atau ungkapan pikiran yang mencoba dituangkan dalam sebuah tulisan,,,
Says Hay :)
Welcome To My Blog :)
Minggu, 08 September 2013
Minggu, 01 September 2013
Vacation
Petualangan hari ini, 1 September 2013
Jam 01.00 dini hari kami yang melakukan kunjungan Ilmiah ke Bali berkumpul di PKM Unsoed Purwokerto, di jam yang sama juga kita memulai perjalanan...
Perjalanan terasa sunyi senyap seketika karena keadaan kami yang lelah, semua seketika terlelap tidur, hanya aku dan satu orang peserta yang belum bisa tidur sampai subuh tiba.
Kegiatan yang dilakukan selama di perjalanan hanya makan, tidur dan itu berulang-ulang,,, haha (lama-lama gendut juga ini badan) :D
Tapi kejadian yang lebih seru lagi itu di jam 15.30 di daerah Pasuruan, kami baru saja selesai makan siang, dan di perjalanan kota bis yang kami naiki hendak menyalip truk yang ada didepan bus kami, namun memang salah bus kami juga si yang menyalip dalam keadaan rame seperti ittu, saatg menyalip jauh di depan bus kami sekitar 20 meter ada mobil yang dikendarai seorang kakek melaju cukup kencang. Mobil itu memberi sinyal lampu jarak jauh bahwa bus kami menggu jalan mobil tersebut, saking marahnya si kakek melempar kaca depan bus dengan satu gelas aqua, itu benar-benar membuat kami yang duduk di barisan depan terkejut. Untung saja kaca itu tidak pecah haha
Pengalaman seru tapi jangan dicontoh ya :P
Jam 01.00 dini hari kami yang melakukan kunjungan Ilmiah ke Bali berkumpul di PKM Unsoed Purwokerto, di jam yang sama juga kita memulai perjalanan...
Perjalanan terasa sunyi senyap seketika karena keadaan kami yang lelah, semua seketika terlelap tidur, hanya aku dan satu orang peserta yang belum bisa tidur sampai subuh tiba.
Kegiatan yang dilakukan selama di perjalanan hanya makan, tidur dan itu berulang-ulang,,, haha (lama-lama gendut juga ini badan) :D
Tapi kejadian yang lebih seru lagi itu di jam 15.30 di daerah Pasuruan, kami baru saja selesai makan siang, dan di perjalanan kota bis yang kami naiki hendak menyalip truk yang ada didepan bus kami, namun memang salah bus kami juga si yang menyalip dalam keadaan rame seperti ittu, saatg menyalip jauh di depan bus kami sekitar 20 meter ada mobil yang dikendarai seorang kakek melaju cukup kencang. Mobil itu memberi sinyal lampu jarak jauh bahwa bus kami menggu jalan mobil tersebut, saking marahnya si kakek melempar kaca depan bus dengan satu gelas aqua, itu benar-benar membuat kami yang duduk di barisan depan terkejut. Untung saja kaca itu tidak pecah haha
Pengalaman seru tapi jangan dicontoh ya :P
Senin, 08 April 2013
Belajar dari Lingkungan
Sabtu kemarin 06 April 2013, departemen keilmiahan dan riset baru saja mengadakan kegiatan research journey di Cilengko Farm yang berletak di Pandak, Pabuaran Purwokerto.
Kegiatannya bukan hanya pengenalan macam-macam tanaman yang di kelola di Cilengko Farm, namun kita juga diajari bagaimana cara perkembangbiakan vegetatif dengan cara okulasi dan sambung (grafting).
Pengelola Cilengko Farm sangatlah baik hati, begitu juga dengan mentor-mentor yang membimbing kami ketika kami masih sangat kesulitan dalam mempraktekan okulasi dan grafting. Dengan sabar dan jelas mereka menjawab segala pertanyaan yang kami ajukan.
Dengan ini kami tahu, belajar tidak harus kami dapat di sekolah saja, namun dilingkungan sekitar pun bisa.
Dengan jalan peduli sekitar mungkin itu akan menjadi pintu untuk kita lebih mengetahui banyak hal selain teori.
Dalam keidupan nyata hanya beberapa persen saja teori dapat terwujud, namun lebih seringnya terwujud adanya teori juga karena sudah terlebih dulu adanya perlakuan atau tindakan yang mengarah ke lingkungan.
Terimakasih Cilengko Farm yang telah mengijinkan kami untuk berkunjung dan belajar jauh lebih banyak.
Semoga di Research Journey Chapter II lebih menarik dan lebih banyak lagi pelajaran yang dapat kami ambil :D
Kegiatannya bukan hanya pengenalan macam-macam tanaman yang di kelola di Cilengko Farm, namun kita juga diajari bagaimana cara perkembangbiakan vegetatif dengan cara okulasi dan sambung (grafting).
Pengelola Cilengko Farm sangatlah baik hati, begitu juga dengan mentor-mentor yang membimbing kami ketika kami masih sangat kesulitan dalam mempraktekan okulasi dan grafting. Dengan sabar dan jelas mereka menjawab segala pertanyaan yang kami ajukan.
Dengan ini kami tahu, belajar tidak harus kami dapat di sekolah saja, namun dilingkungan sekitar pun bisa.
Dengan jalan peduli sekitar mungkin itu akan menjadi pintu untuk kita lebih mengetahui banyak hal selain teori.
Dalam keidupan nyata hanya beberapa persen saja teori dapat terwujud, namun lebih seringnya terwujud adanya teori juga karena sudah terlebih dulu adanya perlakuan atau tindakan yang mengarah ke lingkungan.
Terimakasih Cilengko Farm yang telah mengijinkan kami untuk berkunjung dan belajar jauh lebih banyak.
Semoga di Research Journey Chapter II lebih menarik dan lebih banyak lagi pelajaran yang dapat kami ambil :D
| Persiapan kami sebelum perjalanan ke Cilengko Farm |
Rabu, 03 April 2013
Bersyukur :)
Semalam tadi gerimis deras mengguyur kota Purwokerto, aku yang keluar bersama ibu untuk menjengguk adik yang berada di asrama MIN tempat adik bersekolah. Malam itu terasa dingin sekali, bahkan jaket dan jas hujan yang aku pakai pun terasa tidak berguna.
Ketika dijalan pulang aku terhenti karena lampu merah menghadang di depan, aku yang berada di depan pun langsung berhenti. Seketika ada seorang anak kecil menghampiri motor yang aku pakai, dengan celana pendek dan kaos oblong coklat serta rambut yang di gulung dan dimasukkan dalam topi. Sekilas dia berkata "Mba minta sodaqohnya", tersontak aku meraba ke dalam saku celanaku, ternyata malam itu aku pergi tak membawa dompet dan uang sepeser pun. "Maaf de, saya tidak ada uang". Seketika dia pergi ketika mendengar ucapanku dan kembali menghampiri kendaraan lain dengan maksud tujuan yang sama.
Ibuku tiba-tiba berkata "Nak, nak, apa yang kau lakukan dimalam dingin seperti ini, berkeliaran dijalan yang seharunya kau belajar."
Di sepanjang jalan aku terus saja memikirkan anak kecil itu. Beragam tanya tersimpan di benakku. Apa yang dia pikirkan sehingga rela mengemis hanya untuk makan? Dimana orangtua mereka? Apakah mereka juga merasakan sekolah?
Oh Tuhan, aku sungguh tak mengerti, di kota kecil ini ada banyak sekali pengemis, padahal yang aku tahu sistem pendidikan di kota ini sudah banyak yang menawarkan sekolah tanpa bayaran alias gratis. Apakah mereka melakukan ini karena terpaksa atau sebenarnya mereka orang kaya yang malas untuk bekerja?
Aku tak tahu. Aku prihatin atas apa yang aku lihat.
Berbagai macam hal terjadi di sekelilingku, dan aku bersyukur sekali mempunyai orangtua yang peduli dan sayang terhadapku, aku juga bersyukur aku merasa lebih beruntung dibandingkan orang-orang yang aku lihat dijalanan itu. Aku mempunyai tempat berteduh, keluarga yang hangat, mencicipi bangku sekolah dan bermimpi untuk wujudkan semua impian.
Tuhan terimakasih atas semua AnugerahMu, aku berjanji akan selalu berusaha untuk selalu bersyukur dalam segala yang ada di kehidupanku :)
Ketika dijalan pulang aku terhenti karena lampu merah menghadang di depan, aku yang berada di depan pun langsung berhenti. Seketika ada seorang anak kecil menghampiri motor yang aku pakai, dengan celana pendek dan kaos oblong coklat serta rambut yang di gulung dan dimasukkan dalam topi. Sekilas dia berkata "Mba minta sodaqohnya", tersontak aku meraba ke dalam saku celanaku, ternyata malam itu aku pergi tak membawa dompet dan uang sepeser pun. "Maaf de, saya tidak ada uang". Seketika dia pergi ketika mendengar ucapanku dan kembali menghampiri kendaraan lain dengan maksud tujuan yang sama.
Ibuku tiba-tiba berkata "Nak, nak, apa yang kau lakukan dimalam dingin seperti ini, berkeliaran dijalan yang seharunya kau belajar."
Di sepanjang jalan aku terus saja memikirkan anak kecil itu. Beragam tanya tersimpan di benakku. Apa yang dia pikirkan sehingga rela mengemis hanya untuk makan? Dimana orangtua mereka? Apakah mereka juga merasakan sekolah?
Oh Tuhan, aku sungguh tak mengerti, di kota kecil ini ada banyak sekali pengemis, padahal yang aku tahu sistem pendidikan di kota ini sudah banyak yang menawarkan sekolah tanpa bayaran alias gratis. Apakah mereka melakukan ini karena terpaksa atau sebenarnya mereka orang kaya yang malas untuk bekerja?
Aku tak tahu. Aku prihatin atas apa yang aku lihat.
Berbagai macam hal terjadi di sekelilingku, dan aku bersyukur sekali mempunyai orangtua yang peduli dan sayang terhadapku, aku juga bersyukur aku merasa lebih beruntung dibandingkan orang-orang yang aku lihat dijalanan itu. Aku mempunyai tempat berteduh, keluarga yang hangat, mencicipi bangku sekolah dan bermimpi untuk wujudkan semua impian.
Tuhan terimakasih atas semua AnugerahMu, aku berjanji akan selalu berusaha untuk selalu bersyukur dalam segala yang ada di kehidupanku :)
Selasa, 19 Maret 2013
Berusaha Menjadi Teman Baik
Hidup ini, bila kita lakukan semua sendiri pun itu tak mungkin,
tak munafik kita butuh orang lain untuk membantu meringankan beban hidup kita,
memang tidak semua pekerjaan dibantu, namun hampir keseluruhan hidup ini kita lakukan bersama orang lain.
Kau sudah tahu arti pentingnya orang lain,
maka berusahalah kamu untuk bergaul dan bersosialisasi dengan mereka,
Tak semua orang yang dekat dengan kita itu sama sifat dan sikapnya,
bahkan diantara kita pun sering sekali timbul konflik atau perbedaan persepsi,
ya itulah sosialisasi,
Teman ya teman, yang sering kita sebut teman itu adalah orang yang selalu dekat dengan kita,
Entah itu teman curhat, teman main atau teman-teman yang lain,
Tapi berusahalah menjadi teman yang baik untuk teman kita sendiri,
kamu tahu bagaimana caranya?
Semua orang bisa menjadikan teman yang baik itu tergantung bagaimana teman kamu sendiri,
Kita dapat mengerti dia saja, teman kita pun sudah merasa dihargai,
kita mau mendengarkan kisah-kisahnya saja, teman kita pun sudah sangat lega,
kita mau memberi nasihat saja ke dia, dia pun sangat senang bahkan merasa diperhatikan,
namun kode-kode etik pertemanan pun jangan terlupa.
Terkadang ketika kita sudah merasa dia adalah milik kita, teman kita,
kita lupa akan satu hal.
Etika pertemanan kita.
Ada bagian-bagian tertentu yang sensitif untuk tersentuh dalam pertemanan, dan jangan pernah kau coba untuk campuri.
Bila tanpa ijin dari teman kita untuk masuk dalam dunia privasinya, biarkan dia untuk menyimpannya sendiri,
karena dia akan merasa lebih dihargai
#Pesan malam sebelum Tidur :)
tak munafik kita butuh orang lain untuk membantu meringankan beban hidup kita,
memang tidak semua pekerjaan dibantu, namun hampir keseluruhan hidup ini kita lakukan bersama orang lain.
Kau sudah tahu arti pentingnya orang lain,
maka berusahalah kamu untuk bergaul dan bersosialisasi dengan mereka,
Tak semua orang yang dekat dengan kita itu sama sifat dan sikapnya,
bahkan diantara kita pun sering sekali timbul konflik atau perbedaan persepsi,
ya itulah sosialisasi,
Teman ya teman, yang sering kita sebut teman itu adalah orang yang selalu dekat dengan kita,
Entah itu teman curhat, teman main atau teman-teman yang lain,
Tapi berusahalah menjadi teman yang baik untuk teman kita sendiri,
kamu tahu bagaimana caranya?
Semua orang bisa menjadikan teman yang baik itu tergantung bagaimana teman kamu sendiri,
Kita dapat mengerti dia saja, teman kita pun sudah merasa dihargai,
kita mau mendengarkan kisah-kisahnya saja, teman kita pun sudah sangat lega,
kita mau memberi nasihat saja ke dia, dia pun sangat senang bahkan merasa diperhatikan,
namun kode-kode etik pertemanan pun jangan terlupa.
Terkadang ketika kita sudah merasa dia adalah milik kita, teman kita,
kita lupa akan satu hal.
Etika pertemanan kita.
Ada bagian-bagian tertentu yang sensitif untuk tersentuh dalam pertemanan, dan jangan pernah kau coba untuk campuri.
Bila tanpa ijin dari teman kita untuk masuk dalam dunia privasinya, biarkan dia untuk menyimpannya sendiri,
karena dia akan merasa lebih dihargai
#Pesan malam sebelum Tidur :)
Senin, 11 Februari 2013
Where ur heart???
Melihat berita akhir-akhir ini benar-benar miris, banyak bencana, banyak kasus kriminal, banyak juga kasus-kasus lainnya.
Kebanyakan diantara kita yang melihat dan menanggapi berita itu lebih kepada sebuah penilaian yang menjatuhkan bukannya sebuah keprihatinan kita.
Apakah akan terus begini kawan? apa disetiap permasalahan yang hadir dalam diri orang lain terus-menerus kita hujat tanpa kita melihat sisi kehidupan kita sendiri pun masih jauh dari kesempurnaan.
Orang lain yang mengalami suatu musibah pun sama seperti kita yaitu sama-sama manusia yang tak pastinya tak pernah luput dari khilaf.
Coba bayangkan jika kita ada di posisi mereka? kuatkah kita menerima begitu banyak hujatan yang datang?
Seharusnya kita prihatin kenapa mereka bisa terjebak dalam permasalahan itu? setiap orang mempunyai jalan masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya, seharusnya kita selalu support mereka yang sedang mengalami kegalauan hidup.
Cobalah renungkan, segala permasalahan ini bisa saja hadir dalam hidup kita, cuma bedanya mereka terekspos dan kita tidak.
Semoga kita semua menjadi manusia yang saling peduli terhadap sesama :)
Kebanyakan diantara kita yang melihat dan menanggapi berita itu lebih kepada sebuah penilaian yang menjatuhkan bukannya sebuah keprihatinan kita.
Apakah akan terus begini kawan? apa disetiap permasalahan yang hadir dalam diri orang lain terus-menerus kita hujat tanpa kita melihat sisi kehidupan kita sendiri pun masih jauh dari kesempurnaan.
Orang lain yang mengalami suatu musibah pun sama seperti kita yaitu sama-sama manusia yang tak pastinya tak pernah luput dari khilaf.
Coba bayangkan jika kita ada di posisi mereka? kuatkah kita menerima begitu banyak hujatan yang datang?
Seharusnya kita prihatin kenapa mereka bisa terjebak dalam permasalahan itu? setiap orang mempunyai jalan masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya, seharusnya kita selalu support mereka yang sedang mengalami kegalauan hidup.
Cobalah renungkan, segala permasalahan ini bisa saja hadir dalam hidup kita, cuma bedanya mereka terekspos dan kita tidak.
Semoga kita semua menjadi manusia yang saling peduli terhadap sesama :)
Minggu, 03 Februari 2013
Sekolah...
Malam semua,,,
kali ini aku ingin berbagi cerita tentang masa-masa sekolahku dulu,,,
Mungkin untuk sebagian orang sekolah itu sulit untuk mereka dapatkan karena beberapa faktor, tapi aku bersyukur Alloh masih memberiku kesempatan untukku menikmati dan melewati masa-masa sekolah.
Bukan hanya ilmu-ilmu pendidikan saja yang diajarkan, namun di sekolahku juga mengajarkan tentang membuat kerajinan tangan dan masakan atau yang biasa disebut boga. Walau sekolahku itu bukanlah sekolah kejuruan namun sistem pendidikannya ditambahkan ketrampilan seperti muatan lokal gitu, sebagai ancang-ancang untuk kita para siswa bukan hanya bermodal materi namun ketrampilan pun mahir. :)
Selain itu kami di sekolah juga mendapatkan teman baru, sahabat baru dan intinya sebuah keluarga baru. Cara pengenalan kami pun berbeda-beda, ada yang dari sengaja kenalan, ada yang kenal dari teman, ada yang cuma asal kenal-kenal aja dll, haha :p.
Kalian tahu? teman-temanku rata-rata aneh, haha kenapa aku ngomong gitu? karena cara kami menjalin pertemanan itu dengan cara yang beda.
Kami yang awalnya saling malu-malu kucing untuk bergabung dan bersatu sekarang berasa gak ada lagi kata malu, blak-blakan intinya. Ada yang menjalinnya dengan cara mengerjai teman sekelas demi mendapatkan perhatian, ada yang dengan cara mengajak belajar bersama, ada yang dengan cara sharing-sharing soal pacar, dan ada juga biar keliatan akrab tuh manggil teman sendiri dengan panggilan "Yank" udah kayak ke pacar sendiri aja pokoknya haha.
Masa sekolah itu masanya anak-anak pada alay, ada yang dandanannya kayak selebriti yang cowo pake segala poni belah, yang cewe dandanannya menor, pokoknya itu serba aneh. Tapi itu justru keunikan yang kami punya, bahkan sampai kelas-kelas sebelah pun merasa iri dengan sistem kekompakan kami. Namun kekompakan yang terpancar di luar tak sebanding dengan kekompakan di dalam. Di dalam kami sering saja ricuh antar anggota kelas, ada yang berselisih karena masalah cowo, ada yang berselisih karena merasa tersinggung dengan kata-kata salah satu teman, dan sebagainya. Namun untuk diluar, semua itu kami redam agar kami tetap terkesan bersatu.
Mungkin di masa-masa sekolah kalau hanya ngomongin soal persahabatan aja itu rada monoton ya tanpa ada bumbu-bumbu cinta di dalamnya, sempat beberapa teman di kelas menjadi objek perjodohan walau itu semuanya tidak terjadi beneran, selain itu juga ada yang masalah percintaannya mendapatkan pacar yang bener-bener posesif sampai-sampai mau main sama temen yang sama-sama cewe atau cowo saja engga boleh, ada juga yang sampai ngambek-ngambekkan gara-gara si mantan temannya ngedeketin dia, dan ada juga yang labrak-labrakan sama tetangga kelas gara-gara ada orang lain yang ngegodain pacarnya haha itulah cinta monyet, yang merasa kekasihnya adalah segalanya hehe :p
Namun itu semua kami kemas dalam keluarga security (secumpulan uanak rewel ipa tyga) :)
kali ini aku ingin berbagi cerita tentang masa-masa sekolahku dulu,,,
Mungkin untuk sebagian orang sekolah itu sulit untuk mereka dapatkan karena beberapa faktor, tapi aku bersyukur Alloh masih memberiku kesempatan untukku menikmati dan melewati masa-masa sekolah.
Bukan hanya ilmu-ilmu pendidikan saja yang diajarkan, namun di sekolahku juga mengajarkan tentang membuat kerajinan tangan dan masakan atau yang biasa disebut boga. Walau sekolahku itu bukanlah sekolah kejuruan namun sistem pendidikannya ditambahkan ketrampilan seperti muatan lokal gitu, sebagai ancang-ancang untuk kita para siswa bukan hanya bermodal materi namun ketrampilan pun mahir. :)
Selain itu kami di sekolah juga mendapatkan teman baru, sahabat baru dan intinya sebuah keluarga baru. Cara pengenalan kami pun berbeda-beda, ada yang dari sengaja kenalan, ada yang kenal dari teman, ada yang cuma asal kenal-kenal aja dll, haha :p.
Kalian tahu? teman-temanku rata-rata aneh, haha kenapa aku ngomong gitu? karena cara kami menjalin pertemanan itu dengan cara yang beda.
Kami yang awalnya saling malu-malu kucing untuk bergabung dan bersatu sekarang berasa gak ada lagi kata malu, blak-blakan intinya. Ada yang menjalinnya dengan cara mengerjai teman sekelas demi mendapatkan perhatian, ada yang dengan cara mengajak belajar bersama, ada yang dengan cara sharing-sharing soal pacar, dan ada juga biar keliatan akrab tuh manggil teman sendiri dengan panggilan "Yank" udah kayak ke pacar sendiri aja pokoknya haha.
Masa sekolah itu masanya anak-anak pada alay, ada yang dandanannya kayak selebriti yang cowo pake segala poni belah, yang cewe dandanannya menor, pokoknya itu serba aneh. Tapi itu justru keunikan yang kami punya, bahkan sampai kelas-kelas sebelah pun merasa iri dengan sistem kekompakan kami. Namun kekompakan yang terpancar di luar tak sebanding dengan kekompakan di dalam. Di dalam kami sering saja ricuh antar anggota kelas, ada yang berselisih karena masalah cowo, ada yang berselisih karena merasa tersinggung dengan kata-kata salah satu teman, dan sebagainya. Namun untuk diluar, semua itu kami redam agar kami tetap terkesan bersatu.
Mungkin di masa-masa sekolah kalau hanya ngomongin soal persahabatan aja itu rada monoton ya tanpa ada bumbu-bumbu cinta di dalamnya, sempat beberapa teman di kelas menjadi objek perjodohan walau itu semuanya tidak terjadi beneran, selain itu juga ada yang masalah percintaannya mendapatkan pacar yang bener-bener posesif sampai-sampai mau main sama temen yang sama-sama cewe atau cowo saja engga boleh, ada juga yang sampai ngambek-ngambekkan gara-gara si mantan temannya ngedeketin dia, dan ada juga yang labrak-labrakan sama tetangga kelas gara-gara ada orang lain yang ngegodain pacarnya haha itulah cinta monyet, yang merasa kekasihnya adalah segalanya hehe :p
Namun itu semua kami kemas dalam keluarga security (secumpulan uanak rewel ipa tyga) :)
Langganan:
Postingan (Atom)
